memberitakan kabar baik ibarat mengetuk pintu pada rumah orang lain


481004_570515379645217_1101564548_n

soal memberitakan kabar baik ibarat mengetuk pintu pada rumah orang lain. hanya mengetuk pintu, bukan mendobrak. soal dibuka atau tidak, itu nomor 2, yang penting pintu sudah diketuk. tak peduli itu orang yang dikenal atau orang tak dikenal

jika saudara punya pengalaman pribadi, sadar atau tak sadar, saudara pasti pernah diketuk olehNya, jika saudara tak ingat, ingatlah bahwa saudara pernah mengalami hal pahit karna mengabaikan bisikan kecil dari hati saudara.
nah itu pengalaman pribadi langsung dari Yang Mahakuasa

memang semua ketukan berasal dariNya, tapi Yang Mahakuasa punya banyak cara untuk merangkul kembali anak anakNya, seperti induk ayam merangkul anaknya. – Matius 23 –

salah satu caranya adalah melalui perantara

perantanya tidak lain tidak bukan saudara sendiri. percaya tak percaya saudara sedang dipakai olehNya untuk mengetuk hati seseorang untuk memberitakan kabar baik.

ketukan tak harus dibuka. pintu yang tertutup, itu terserah yang punya rumah, mau dibuka atau tetap ditutup, yang penting adalah saudara sudah mengetuk. karna masih banyak yang perlu diketuk sebab hidup bukan seperti setetes air di atas daun kelor, melainkan sehelai daun kelor di atas samudra lepas

bukankah Yesus sendiri ditolak oleh saudaranya sendiri? tapi apa yang Dia lakukan, berhenti?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s