Annisa Nekat Loncat dari Angkot [kasus perkosaan]


annisa

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA – Diduga takut diculik, mahasiswi program studi keperawatan, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Jakarta, Annisa Azward (20) melakukan aksi nekat.

Dia meloncat keluar dari angkutan kota (angkot) yang ditumpanginya. Padahal, saat itu angkot sedang melaju.

Nahas, kepala dia membentur trotoar dekat Pospol Sub Sektor Jembatan Lima, Polsek Tambora. Annisa pun tewas.

Salah seorang kerabat Annisa, Harwendi Bahar mengungkapkan, saat kejadian itu, Annisa hendak ke rumah tantenya di kawasan Pademangan, Jakarta. Dia menumpang angkot U10 jurusan Sunter-Kalipasir, dari depan Stasiun Kota.

“Dia memang kerap ke rumah tantenya jika liburan. Tetapi saat itu dia mengatakan salah naik angkot,” kata Harwendi, Minggu (10/3).

Menyadari kekeliruannya, dia meminta sopir angkot menuju Sunter. Itu dilakukannya karena tidak ada penumpang selain Annisa.

“Sopir lantas mengalihkan ke luar jalur Kalipasir, berputar-putar tidak jelas dan sempat melewati jalan perkampungan,” ujarnya.

Annisa yang kos dekat kampus, Depok, Jabar, itu mulai khawatir. Apalagi, beberapa waktu lalu kerap terjadi penculikan dan pemerkosaan terhadap penumpang angkot. Dia pun lantas menelepon Harwendi.

“Dia mengatakan berada di kawasan Langgar Tinggi, Kampung Arab, Tambora. Dia sudah menanyakan kepada sopir, namun alasannya masih lama, tanpa menjelaskan lebih rinci,” kata Harwendi.

Beberapa kali Harwendi berkomunikasi dengan Annisa sebelum mendadak putus. Di tengah kebingungannya, beberapa jam setelah putusnya komunikasi, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Annisa menelepon? “Memang dari handphone dia, tetapi yang bicara laki-laki yang mengaku juru ojek. Dia mengabarkan Annisa tergeletak di jalan dalam kondisi pingsan karena meloncat dari angkot,” kata dia.

Harwendi juga mengungkapkan, juru ojek itu mengaku sempat menanyakan alasan Annisa meloncat, saat siuman. Annisa mengatakan takut karena angkot ‘berputar-putar’. Dibantu beberapa orang, Annisa dibawa ke Rumah Sakit (RS) Pluit, tetapi kemudian dipindah keluarga ke RS Koja.

“Pengelola RS Pluit menolak mengoperasi karena keluarga Annisa tidak punya uang Rp 12 juta,” kata seorang teman Annisa, Asep Kambali.

Setelah tiga hari dirawat, kemarin dini hari, Annisa meninggal. “Berdasarkan hasil visum dokter, korban mengalami pendarahan di bagian kepala, karena ada darah masuk ke bagian batang otak,” kata dia.

Kerabat lainnya, Rika mengatakan pada kejadian itu, dompet dan tas milik Annisa yang duduk di semester IV, hilang. Yang ada hanyalah ponsel yang ditemukan seorang juru ojek yang mangkal di kawasan tempat dia meloncat.

Minggu sore, jenazah Annisa diterbangkan ke kampung halamannya, Bukit Tinggi, Sumbar. “Dia diterbangkan pesawat Garuda Indonesia,” kata Rika.

Menindaklanjuti kejadian itu, Polres Jakarta Barat langsung menyita angkot berwarna merah bernopol B 1946 QO. Sang sopir, Jamal (40) juga menjalani pemeriksaan. Berdasar pantauan, kaca film angkot tidak terlalu gelap. Pintunya sedikit penyok dan ditempeli sejumlah stiker.

Kepada polisi, Jamal mengaku awalnya tidak mengetahui Annisa meloncat. Saat itu kecepatan angkot pada kisaran 40 kilometer/jam. Setelah diberitahu pengendara lain, dia langsung menghentikan angkotnya dan membantu membawa Annisa ke rumah sakit.

Kanit Laka Polres Jakarta Barat AKP Rahmat Dalizar mengungkapkan, berdasar pengakuan Jamal, angkot semula ditumpangi 14 orang, termasuk Annisa. “Saat di Tanah Pasir semua penumumpang turun kecuali Annisa,” kata Dalziar.

Melihat Annisa belum turun, Jamal bertanya tujuannya. Annisa mengatakan hendak ke kawasan Pademangan. “Sopirnya bilang salah jurusan dan menawarkan agar Annisa kembali ke Stasiun Kota dengan angkotnya. Tetapi dia menggunakan jalur lain karena ada kemacetan. Ketika berada di Jembatan Asemka tiba-tiba saja Annisa meloncat,” katanya.

Saat ditemui di tahanan Mapolres, Jamal mengatakan,”Ah nggak mungkin (menculik), karena saya lagi nyopir, lagi nyari duit kok.” Meski membantah, Jamal tetap dikenai status tersangka karena dinilai lalai sehingga mengakibatkan orang lain tewas. (dtn/tribunnews/ter)

tambahan dari kami,

kasus pemerkosaan dan segala kefasikan di dunia sudah semakin meraja rela bahkan di angkutan umum sekalipun. hingga membuat annisa nekat loncat dari angkot karna rasa takut dari pandangannya tentang kasus-kasus pemerkosaan yang sebelum sebelumnya yang tlah merenggut banyak kehormatan wanita. sungguh tragedi yang sangat mencekam

ingatlah kata bang napi,”kejahatan terjadi bukan karna ada niat pelakunya, tapi karna ada kesempatan. waspadalah”

dunia semakin kejam. jadi kita harus bisa diri sendiri dan saling menjaga orang lain. cara menghindari pemerkosaan bagi perempuan di angkot adalah

  1. kalau bisa jangan menaiki angkot sendirian, usahakan ada teman
  2. kalau memang sendirian, usahakan pergi ke tujuan dengan angkot hanya melewati jalan besar / jalan raya
  3. duduk jangan terlalu jauh dari pintu, usahakan duduk dibelakang supir
  4. bila semua penumpang angkot adalah lelaki dan perempuan. dan bila semua perempuan telah turun dari angkot dan tinggal saudari sendiri yang tersisa, turunlah walaupun belum sampai ke tujuan. ingatlah lebih baik menjegah daripada mengobati

kiranya saran kami berguna buat saudara sekalin.

terima kasih

 

sumber

sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s